2 perkataan

November 27, 2007

assalamualaikum

ada satu waktu dalam hidup aku, aku kenal dua perkataan, tapi waktu itu aku tak faham, tak dapat menghayati, mungkin waktu itu aku ego, waktu itu aku jahil. kehidupan yang pernah aku jalani tidak pernah menggambarkan perkataan itu. lama aku mencari, lama aku meneliti. permulaan kisah perkataan  itu bukan suatu yang indah. penuh duri-duri, penuh kepayahan. sepanjang pencarian kepada erti 2 perkataan itu banyak jiwa yang merana, banyak jiwa yang menangis. aku susuri satu jalan dalam kehidupanku, di situ aku bertemu saudara-saudaraku, manis sekali pertemuan ini. sukar untuk aku terjemahkan dalam huruf-huruf, perasaan ini hanya dapat dirasai oleh aku dan saudaraku. di saat pertemuan itulah aku mula memahami maksud 2 perkataan. indah sekali bila punya 2 perkataan dalam diri, bila masing-masing dapat merasai. aku ingin kembangkan perasaan pada 2 perkataan pada mereka yang pernah aku temui, pernah sama-sama menitip hari-hari, aku berharap masa yang diberikan padaku dapat aku tebus kembali kisah-kisah persahabatan lalu, pohon maaf pada yang pernah aku kasari.

lama aku menanti untuk merasai perkataan ini, lama baru aku menyedari kenapa aku tidak ada perasaan itu. muhasabahku menemukan puncanya, sedih sekali bila aku menyedari yang selama ini aku dalam satu kerugian yang tiada tara perbandingan emas dan permata di bumi ini. satu saat aku tersedar, selama ini aku jauh dari-Nya, mana mungkin aku dapat merasai perasaan pada 2 perkataan tersebut. Ya Allah, ampuni aku pada kejahilan diriku, pada keegoan diriku. di saat itu aku terasa seperti ingin berundur, menjejaki kembali sejarah kehidupanku, agar aku mampu untuk mengubah, agar aku mampu untuk menyatakan satu perasaan yang benar. namun aku pasrah pada perjalanan yang telah diaturkan, aku bersyukur kerana aku masih belum terlambat, bersyukur kerana Allah memberi aku satu peluang untuk merasai keindahan berada dekat dengan-Nya.aku masih ada masa sekarang untuk aku memperindah sifat diri.

ya ukhti yang kukasihi yang kusayangi hanya kerana-Nya,

kita ditakdirkan untuk bertemu, sama-sama melewati hari-hari di satu tempat permai, indah sekali pertemuan ini. kita sama-sama menyaksikan kehidupan, kematangan, kesusahan dan kita sama-sama berjuang untuk satu tujuan. di sebalik gelak tawa, mungkin tanpa kita sedari ada jiwa-jiwa yang pernah terluka. aku juga banyak melukakan peraasaan ukhtiku, terutama mereka yang bersamaku 24/7. di sini, aku ingin memohon maaf pada segala keburukan perangaiku, aku sedar aku sangat ego, aku sukar untuk bersahabat, aku terlalu mementingkan diri sendiri, aku penuh kejelikan, aku bukan sahabat yang baik, kata-kataku, diamku, gerakku, sifatku kadang-kadang buat kalian kurang senang, terutama di awal pertemuan kita. aku bayak sekali timbulkan masalah. maafkan segala kesalahanku saudaraku, aku akan cuba yang terbaik untuk menjadi sahabat yang memahami, sahabat yang peka.insyaAllah

ya ukhti,

hampir setahun kita bersama, aku amat kagumi pada setiap antara kalian. kagum melihat kesabaran, kagum melihat kalian tak pernah pentingkan diri, kalian tak pernah jemu berkawan denganku. bila lihat pejuangan kalian, aku jadi bersemangat, terasa pertemuan ini akan disusuri satu pertemuan suci, pertemuan di suatu tempat indah bernama Jannah. bergembira di sana, ingin menjadi mereka yang tertulis dalam Al-Insyiqaq, mereka yang diberi kitab pada tangan kanan, dihisab dengan mudah dan kembali pada keluarganya dengan hati yang girang kerana mereka sentiasa bekerja keras dan bersungguh-sungguh untuk menemui Allah. namun, bila melihat pada diriku, aku jadi sangat takut andai aku tertinggal, andai pada hari itu aku diberi kitab pada tangan kiri, aku hanya menyaksikan kalian dari kejauhan, sedang aku aku di neraka kerana aku penuh dosa,nauzubillah Ya Allah, jauhkanlah aku dari siksa neraka, tempatkan aku dan saudaraku di syurga-Mu, satukanlah hati-hati kami pada setiap saat dalam hidup kami.

ya ukhti,

pertemuan kita di sini punya matlamat yang jelas, punya tanggungjawab pada agama yang kita sayangi ini. tanggungjawab untuk menyampaikan risalah Islam yang menjadi amanat Rasulullah yang kita kasihi disamping untuk merebut ijazah agar kita dihormati. tanggungjawab ini sangat besar, tak terdaya untuk dipikul seorang diri. andai suatu hari aku jatuh jadilah tulang belakangku agar aku mampu berdiri kembali, andai aku leka ingatkanlah aku kembali, andai aku  tiada lagi, teruskanlah perjuangan ini. moga pertemuan kita di sini disusuri pertemuan kita di syurga abadi.insyaAllah. pertemuan kita di sini menemukan aku pada 2 perkataan indah sekali, perkataan ukhuwah fillah agar ia abadi.

ya ukhti.

aku amat menyayangi kalian semua.

gelap

November 23, 2007

Abu Bakar As-Siddiq berkata

Kegelapan itu ada lima dan penerangnya juga ada lima.

Cinta dunia itu kegelapan dan penerangnya
ialah
takwa.

Dosa itu kegelapan dan penerangnya ialah taubat.

Kuburan itu kegelapan dan

penerangnya ialah ucapan laa ilaaha illAllah Muhammad rasulullah.

Akhirat itu kegelapan dan

penerangnya ialah amal soleh.

Dan, As-Sirat ialah kegelapan dan penerangnya ialah keyakinan

 

tadi waktu aku melintas jalan, aku ternampak seorang wanita buta juga sedang melintas jalan ke arah bertentangan. aku tidak mungkin dapat mendalami perasaan wanita  tersebut, namun yang pasti wanita tersebut hanya melihat pada kegelapan, dan Allah menerangi hati wanita berkenaan. Dia berjalan seorang diri berpandukan tongkatnya. di saat itu aku terfikir yang aku mungkin tidak mampu untuk berada di dalam kegelapan. syukur nikmat penglihatan yang Allah kurniakan. terlalau banyak kurniaan Allah (16:1-19) sangat banyak, namun kita seringkali terlupa untuk bersyukur kerana kita tidak pernah berfikir atau menyedari penciptaan alam untuk manusia. kita cepat mengeluh jika kita tidak peroleh apa yang kita hajatkan, Allah telah penuhi setiap keperluan manusia. berbalik kepada kegelapan di dunia, itu pun sudah tidak mampu dijangkau, takut, fobia, dalam kegelapan kita selalu terfikirkan perkara-perkara negatif, sangat-sangat takut kegelapan di akhirat nanti, takut kalau tidak ada cahaya yang menerangi setiap langkah, takut kalau selama ini hanya perasan sendiri, takut kalau tergolong munafik,nauzubillah….kalau hari ini dapat melihat satu dunia terang benderang harapnya terang juga akhirat disinari cahaya dari Allah. dan pasti al-Quran dapat mengeluarkan kita dari kegelapan (57-9) Semoga setiap saat hidup kita disinari cahaya Ilahi.insyaallah 

Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dan berimanlah pada Rasul-Nya (Muhammad), nescaya Allah memberi rahmat-Nya kepadamu dua bahagian, dan menjadikan cahaya untukmu yang dengan cahaya itu kamu dapat berjalan serta Dia mengampuni kamu. Dan Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.   (57:28)

Answers For America

somebody hijacked those oddly diverting images of

devastation in miserably distant cities

and slammed them into middle America, half way up.

 

staring at the rubble, the Citizens of De-Muck-Rah-Cy

tried to put it into context: dammit, no-one warned about this

on MTV, on Oprah, on AOL, on Nickelodious

 

yet, those cranky yankee eyes lifted beyond

flag-waving retribution may see shreds of

steely truth among still-smoking debris

 

the fragments of a world trade centre look startlingly

similar to a television tower in Belgrade

cindered by guileless missile

 

the starkly violated frame of a Pentagon bears the air of

wounded innocence of a Sudanese chemical factory

unerringly hell-fired from afar

 

the bodies of emergency workers in their dismal

death smell as jarringly repulsive as dumb

villagers of My Lai so effectively exterminated in four hours

 

the shock writ deep upon onlookers, residents, patriots

chillingly resembles the disbelief of rescuers pulling dismembered

Iraqi children from the shelter where they had cowered

 

dismiss not, if you please, the dishonour roll of hot

wars and cold wars, overt and covert wars, gun-running, assassinations,

invasions and missile diplomacy all cunningly made in Uncle Sam,

not the inventor of international thuggery, no,

merely its arch exponent in myriad forms – from

carpet bombing to baby-emaciating sanctions –

across a wounded world kept forever in necessary pain by

stars-and-stripes imperialism,

the high-tech torture rack of the age

 

dismiss it, perhaps, while you bury the dead and wipe your eyes,

but do not remove it from the smouldering horizon of your

collaterally-damaged national conscience

for therein will you find the answers:

a veritable 767 load of come-uppance

with plenty of answers

 

Alan Whykes

gurun qalb

November 21, 2007

gurun qalb punya bahasa-bahasa basi, sentiasa menanti butir-butir air langit.si therophyte menjajah menanti molekul sakti agar dapat bernafas kembali.

tapi hujan di gurun qalb sudah lebat, bisa si theropyte hidup kembali, tapi dia tetap degil, tetap mahu tidur, tetap tidak mahu gerak seinci, walau pasir basah menadah dari kirmizi

gurun qalb bila kamu mahu  berevolusi, mahu berturutan menjadi rumah pherophyte. agar semua gembira kembali

tapi gurun qalb penuh gelumang, nyaris-nyaris gurun qalb dimamah api, sakit sekali hingga akhir jasad hitam legam pekat, tinggal suku masih berorentasi menunggu sang pelangi

hujan, bantulah gurun qalb agar senyum kembali

pelangi, tampak dirimu membasuh luka hitam gurun qalb

hiduplah si therophyte meningkat produksi gurun qalb

wahai qalb, tak usahlah menjadi gurun.

aqar qalb basah kembali 

   

lewah

November 18, 2007

kerana internet belum habis semua buku dibaca

sila jauhkan internet ini dari saya

saya hendak membaca buku

sila jangan ganggu saya walhal sayalah pengganggu setia saya

 

senarai buku untuk dihabiskan baca sebelum 27 Nov 2007

  1. Taujih Ruhiyah
  2. The Sealed Nectar
  3. The Precious Pearls
  4. My Einstein
  5. mungkin Biology KLES (tipis)
  6. mungkin Chemical Prinsiples (tertipis)
  7. mungkin Organic Chemistry (terpaling tipis)

 Kepada semua buku, sila bersabar dan menunggu giliran anda dengan setia

 

Si fulan teman akrab si zalim

November 15, 2007
27.    Dan ingatlah pada hari ketika orang-orang zalim menggigit dua jarinya menyesali perbuatannya seraya berkata, "Wahai! Sekiranya aku dahulu mengambil jalan bersama Rasul.
28.    Wahai, celaka aku! Sekiranya dulu aku tidak menjadikan si fulan itu teman akrabku
29.    sungguh dia telah menyesatkanku dari peringatan (al-Quran ketika (al-Quran) itu telah datang kepadaku. Dan syaitan memang pengkhianat manusia". 
(Surah al-Furqan)
 
Ya Allah, sangatlah takut kalau aku orang yang zalim itu, orang yang sangat menyesal di akhirat. Di akhirat, penyesalan bererti sia-sia. Dapat bayangkan betapa menyesalnya orang zalim ini, betapa dia tidak puas hati dengan kehidupannya di dunia. Di akhirat bila mana kita akan hidup selama-lamanya, amatlah bahagia jika ia adalah kehidupan di syurga, sungai-sungai mengalir amat damai amat tenteram. Tapi nauzubillah jika ia adalah pengakhiran di neraka. Neraka! suasana yang kacau-bilau, panas, busuk, penuh ketakutan. Di dunia mungkin kita amat bahagia, hidup senang-lenang, akhirat pun kita juga inginkan bahagia, tapi bahagia bukan sekadar satu sebutan, tapi datang dari usaha, dari keredhaan Allah. Sangat takut kalau jadi orang zalim itu, waktu genting yang kita hanya fikirkan diri sendiri, kita sanggup gadaikan apa sahaja milik kita untuk tebus segala dosa, kita akan menyalahkan orang lain. Namun, semua itu hanya sia-sia. Tempat kembali tetap neraka.
 
Menjadi si zalim berakhir di neraka, aku juga takut kalau aku adalah si fulan teman akrab si zalim.Teman akrab menurut terjemahan ini (Syamil al-Quran) ialah syaitan atau orang yang telah menyesatkan di dunia. Takut kalau aku pernah menyebabkan orang terpengaruh dengan dosa-dosa yang pernah aku lakukan. Takut aku telah mendorong orang lain mengikut jalan syaitan. Nauzubillah. Dan syaitan itu juga terdiri daripada kalangan jin dan manusia. Kadang-kadang kita terlupa setiap perbuatan kita sebagai seorang muslim menjadi buah mulut dan fikiran orang lain. Terfikir juga bila berada di sini di bumi bukan rumahku, menjadi pelik adalah rahmat yang amat aku syukuri. Aku tak perlu menjadi orang lain aku mampu jadi diri aku, aku tetap sama walau musim berganti. Aku bersyukur nikmat Islam dan nikmat Iman ini memberi aku kekuatan untuk terus berjuang, aku terang dengan tujuan hidupku. Tapi aku sangat takut kalau-kalau ada yang terperhati kejelikkan sikapku, terus memberikan gambaran negatif pada Islam. Sangat risau kalau aku si fulan teman akrab si zalim. Sangat takut kalau aku tidak memberitahu kebenaran yang aku tahu. Takut kalau aku dipersalahkan nanti. Takut kalau aku menunjukkan jalan yang salah. Takut kalau aku punca masyarakat memandang serong pada Islam. Takut kalau kerana aku ada yang jauh dari sirat yang mustaqim. Sangat takut kalau aku si zalim, lebih takut kalau aku si fulan teman akrab si zalim.
 
    Ya Allah, aku berlindung kepadamu daripada kejahatan syaitan yang membisikkan kejahatan.  

kisah manusia dan MAXE

November 7, 2007

exam

exam

exam

manusia memang tensi habis kalau asyik terfikir exam. tapi hikmah exam ini juga yang menjadi satu dorongan dan semangat untuk manusia mujahadah. satu perkara yang manusia belajar daripada exam ialah manusia tak perlu takut dengan exam, tak perlu takut untuk berdepan dengan keputusan, tapi manusia perlu takutkan Allah. Allah adalah penentu segala sesuatu, Allah Maha Mengetahui apa yang terbaik untuk hamba-Nya,takut andaikata membuat dosa tambah-tambah dosa dalam hati. takut kalau ilmu milik-Nya tidak diberkati, takut setiap usaha hanya untuk peroleh sisa-sisa dunia, sangat takut kalau terlupa Allah walau satu saat, exam banyak dekatkan diri manusia pada Pencipta. takutkan Allah bererti manusia sedaya upaya berusaha besungguh-sungguh untuk melakukan perkara yang diredhai-Nya, manusia amat malu untuk melakukan dosa, takut untuk membuang masa. tapi adakala nafsu yang kuasai, syaitan datang bercucu-cicit ganggu manusia.geram sangat manusia dengan syaitan yang selalu bisik perkara-perkara tak baik, salah manusia juga buka pintu bagi syaitan masuk. waktu exam berjuta-juta doa dipinta, bermillion-million kalimah al-Quran dibaca, sejadah basah dengan linangan air mata, sujud hingga tenggelam dalam sendu, ruku’ kerana takutkan Yang Esa, bersengkang mata mengulangkaji setiap huruf dalam nota.ujian menjadikan manusia tiba-tiba inginkan Dia. malangnya manusia selalu lupa, bila habis exam, bila sudah dapat kejayaan, susah sekali ketika itu untuk mengingat Tuhan. Susah sekali manusia istiqamah bila manusia gembira. manusia baca buku untuk apa? manusia belajar selama ini untuk siapa? manusia terlalu mengejar pasir-pasir dunia, manusia selalu lupa ada mutiara, permata, delima di sana. manusia ingat kisah ‘Uthman bin ‘Affan yang  ‘target’kan syurga. pasti beliau sentiasa berusaha untuk matlamat itu, sentiasa mengharap redha Ilahi. beliau sahabat Nabi Muhammad yang dijanji syurga kerana tawadu’ kerana tinggi nilai peribadi, berjihad harta dan nyawa untuk perjuangkan Islam. manusia mahu jadi seperti ‘Uthman.manusia mahukan redha Allah, manusia mahukan syurga Allah, manusia takut manusia tak layak. kadang-kadang manusia cuma ingat berdoa hanya untuk dunia semata. manusia sering lupa berdoa untuk hari akhirat. manusia nak istiqamah dalam setiap amal kebajikan yang manusia lakukan. manusia mahukan keikhlasan pada hati manusia. kerana manusia itu manusia.

(7:201-206)

 

manusia itu aku 

 

6 Nov  :Genetics and Evolution of Life 

7 Nov  :Introduction to Food Science

12 Nov:Global Ecology and Biogeography

13 Nov: Chemistry B 

semoga dipermudahkan…